Selasa, 18 Juni 2013

Ujian Semester


Seseorang yang mengikuti pendidikan maka pada akhirnya akan berhadapan dengan yang namanya ujian. Demikian halnya dengan adik-adik yang sedang menuntut ilmu pengetahuan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Konsentrasi Kesejahteraan Sosial (Kesos), akan mengikuti ujian final pada hari Kamis dan Jumat (20 s/d 21 Juni 2013) bertempat di Kampus II UIN Samata, Gowa. 

Menyimak proses perjalanan selama 15 kali pertemuan tentunya banyak pengalaman berharga yang diperoleh, baik dari Mahasiswa demikian halnya dari Dosen. Proses belajar mengajar yang terkait dengan profesi yang digeluti tentunya dibutuhkan kerjamasa yang saling membahagiakan. 

Mahasiswa yang datang belajar dengan penuh antusias dan Dosen dengan segala kemampuan ilmu yang dimiliki diharapkan mampu memberikan “ilmu”nya dengan tulus dan ikhlas. 

Hari ini, tibalah masa ujian, atau akhir dari dari sebuah perjuangan panjang. Berbagai pemahaman yang akan diujikan adalah bahan ajar yang peroleh mulai dari bahan kuliah, kerja tugas, hasil diskusi maupun beberapa silabus yang memiliki kaitan terhadap bidang ilmu yang terkait, khususnya pada bidang profesi pekerjaan sosial yang kelak akan melahirkan Pekerja Sosial atau Social Worker. 

Sementara itu, dengan selesainya nanti ujian maka pada akhirnya adik-adik yang lulus akan memasuki jenjang di semester berikutnya, tentunya akan bertemu dengan materi dan mata pelajaran serta Dosen yang berbeda, sementara Sang Dosen akan menghadapi wajah baru yang merupakan lanjutan dari Semester III yang akan naik ke Semester IV. 

Banyak hal yang membuat kadang suasana kelas begitu tenang menerima materi pelajaran, semua perhatian terpusat pada ucapan dan buku yang menjadi pegangan dosen. Berbagai pertanyaan mulai yang serius sampai yang nyeleneh yang terkadang membuat kelas menjadi riuh, suasana seperti itulah yang membuat kehidupan menjadi indah, sebagaimana kata orang bijak, “ Guru itu, di Gugu dan Di tiru.

Kepada adik-adik Semester IV yang akan memasuki jenjang ujian final hendaknya kembali membuka catatan awal hingga akhir, memperhatikan kembali karya tulis yang sudah di setor, mempelajari istilah-istilah khusunya terhadap bahasa Asing yang akan memperkaya dan khazanah perbendaharaan bidang pekerjaan sosial. 

Selanjutnya kepada adik-adik yang selama 15 kali pertemuan tatap muka, kami sangat berharap untuk terus belajar dengan tekun, menyelesaikan sisa mata kuliah di semester mendatang, hingga memasuki jenjang penelitian dan penyusunan skripsi sebagai satu syarat untuk meraih gelar sarjana sosial.

Selamat belajar dan semoga sukses menjadi seorang Pekerja Sosial yang profesional, Salamaki.

Salam Takzim
www. syakhruddin. com
email : syakhruddin@yahoo.co.id
email : syakhruddin@gmail.com
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 FC 722

Selasa, 11 Juni 2013

Kessos Day Ajang Unjuk Potensi

Mengembangkan sebuah potensi yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial, memerlukan keterlibatan semua komponen, demikian halnya dengan jurusan kesejahteraan sosial yang dikembangkan  Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar Kampus II Samata-Gowa.

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam-Kesejahteraan Sosial (PMI-Kessos), melaksanakan “Kessos Day” atau sehari bersama jurusan kesejahteraan sosial dengan melakukan berbagai kegiatan, diantaranya khitanan massal, pengobatan gratis, penandatanganan kesepahaman antara Instansi Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dengan Fakultas UIN, terhadap penyiapan tenaga-tenaga profesi pekerjaan sosial.

Berbagai kegiatan yang digelari diantaranya, simulasi bencana yang dilakukan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kompi UIN Makassar dimeriahkan dengan hiburan dan Bazar oleh Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial.

Pelaksanaan acara “Kessos Day” berlangsung di halaman Kampus II UIN-Samata Gowa, Kamis 13 Juni 2013 yang digagas Ketua Jurusan Kesos, Drs.Irwanti Said,M.Pd serta dukungan panitia pelaksana, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kessos, Sdr. Nawir beserta panitia pelaksana, Agung Lazuardi.

Dukungan dari berbagai unsur yang terkait telah diterima, diantaranya sponsporship,  memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, selain instansi Dinas Sosial Prov. Sulsel juga  Andry S. Bulu melalui koordinator lapangannya, Sdr. Muhammad Suaib Daeng Naba serta partisipasi dari para relawan sosial yang memberikan dukungan.

Kegiatan “Kessos Day” ini sekalaigus merupakan ajang untuk unjuk potensi yang dimiliki Fakultas Dakwah dan komunikasi jurusan Kesejahteraan Sosial sebagai salah satu pilar partisipan dan pengembangan profesi pekerjaan sosial di daerah ini,”ungkap HMJ, Muhammad Nawir di kampusnya,” Salamaki.

Salam Takzim

www. syakhruddin. com
email : syakhruddin@yahoo.co.id
email : syakhruddin@gmail.com
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 FC 722

Hanya Mimpi

Kutelusuri jalur Alauddin menuju perbatasan
Anganku menerawang ke angkasa raya
Fikiran berkecamuk diantara godaan syetan dan dzikir-dzikirku
Kulalaui pengendara lain dalam deburan asap jalanan

Jalur jalan yang berkelok
Menuntut konsentrasi tinggi
Hingga sampai batas kota
Disinilah kekesalan itu kutumpahkan

Kucoba menata perasaan
Agar tiba di kantor
Bisa berprestasi
Namun biasnya juga tetap merangkumnya

Kutinggalkan semua sesal dan kegundahan
Kuraih bantal sambil memanggil
Petugas jaga yang setia mengurus kantor
Ku minta bantuan memijatku hingga tertidur

Wahai kehidupan dan jiwa yang bergelora
Janganlah engkau mudah goyah dalam tekadmu
Karena ujian itu bagaikan sarapan pagi
Mari berkarya demi anak cucumu

Kuraih kursi dan kutuliskan karya
Kutumpahkan kekesalan dalam karya
Agar hati berbunga-bunga terlebih bila mengingatnya
Laksana kupu-kupu dan kembang yang mekar

Di ultah kotanya kuhadir disisinya
Dengan busana indah berparas cantik
Duduk diantara mereka dengan penuh canda dan tawa
Tapi setelah kusadar, ternyata itu hanya dalam mimpi

Salam Takzim,

www.syakhruddin.com
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 FC 722
email : syakhruddin@gmail.com
email : syakhruddin@yahoo

Minggu, 09 Juni 2013

Pendamping PKH Harus Bersertifikasi Peksos


Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), harus memiliki sertifikasi sebagai Pekerja Sosial Profesional, demikian dikemukakan Sekretaris Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Sulawesi Selatan, Moch. Saleh, pada acara “Sosialisasi Uji Kompetensi Pekerja Sosial Profesional” bertempat di Aula Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya (PSBDW) Makassar yang dinakhodai Drs. Aladin. 

Sosialisasi  diikuti sekitar 200 orang Pekerja Sosial (Social Worker) utusan dari Pusat Pelayanan Sosial (PPS) Panti milik Kementerian Sosial, para Pendamping PKH dan instansi terkait. Kegiatan sosialisasi diawali dengan laporan Ketua IPPSI Sulsel, Hj.DR.Ronawaty Anasiru,M.Si didampingi Ketua Pelaksana, Drs.Abd.Wahab Awing, M.Si 

Pernyataan pembukaan oleh Pimpinan PSBDW Makassar, Drs Aladin dan pelaksanaan sosialisasi di pandu langsung DR.Syafri Arif, M.Si. Pada kesempatan sosialisasi, Drs.Surya Kaso dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan  Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, sedang mendampingi Kepala Badan Penelitian dan Pendidikan Kesejahteraan Sosial (Kabadiklit) dari Jakarta, melakukan monitoring di Makassar.

Sekaligus memanfaatkan waktu, mengunjungi tempat pelaksanaan kegiatan sosialisasi, dan mendapat kesempatan memberikan materi, untuk memperkaya pemahaman tentang pentingnya sertifikasi bagi pekerja sosial. 

Ditandaskan, ke depan para pendamping PKH, diharapkan memiliki “Sertifikasi Pekerja Sosial”. Karena itu, dalam melakukan praktek pekerjaan sosial harus memiliki wawasan yang luas di bidang profesi pekerjaan sosial dan tentunya telah lulus dalam uji kompetensi dan memiliki sertifikat pekerja sosial, ” tuturnya. 

Pada kegiatan sosialisasi yang berlangsung sehari, memberikan bekal kepada calon-calon peserta uji kompentensi untuk selanjutnya mengikuti ujian tertulis, dilaksanakan DPP IPSPI, berlangsung di BBPPKS Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar akhir bulan bulan Juni 2013. 

Sementara itu, awal pekan lalu tepatnya tanggal (4/6/2013) di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Pekerjaan Sosial (BBPPKS), dilaksanakan kegiatan berupa pertemuan untuk penyusunan modul Training Need Assesment (TNA) Diklat Manajemen Keserasian Sosial berbasis masyarakat. 

Penyusunan modul TNA ini untuk kegiatan pengumpulan data pada lima lokasi kab/kota yang menjadi obyek penelitian yang berkaitan konflik sosial di masyarakat, masing-masing Kota Makassar, Kab. Jeneponto, Kab. Bantaeng, Kota Palopo dan Kab. Luwu Timur. 

Dari lima lokasi terpilih ini, akan dikunjungi petugas dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan sosial (BBPPKS) akan melakukan wawancara langsung dengan pihak terkait, diantaranya Dinas Sosial Kab/Kota, Kapolres, Kesbang/Linmas, Tokoh Masyarakat dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSM) setempat, ungkap Drs. Muh. Ali yang ditunjuk menjadi koordinator kegiatan, salamaki.
Salam Takzim,

www.syakhruddin.com
email : syakhruddin@gmail.com
email : syakhruddin@yahoo.co.id
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 FC 722

Taufiq Kiemas


Politisi kawakan dari PDI Perjuangan, menjabat Ketua MPR-RI, Taufiq Kiemas meninggal dunia di National University Hospital Singapura, Sabtu (8/6) Pukul 19.05 waktu setempat atau Pukul 18.05 WIB. 

Taufiq Kiemas selaku Ketua MPR periode 2009-2014, sekaligus politisi senior PDIP ini, di duga meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang dideritanya. Saat ini, jenazah almarhum sedang disemayamkan di KBRI Singapura, rencananya jenazah diterbangkan ke Tanah Air dan akan langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata,Jakarta, Minggu (9/6/2013) di sisi Makam kedua Orang tuanya, tutur Dirjen Pemberdayaan Sosial, Hartono Laras yang bertanggungjawab pada pemeliharaan makam di TMP. Kalibata Jakarta. 


Presiden SBY, menyatakan belasungkawa yang mendalam atas  atas wafatnya Taufiq Kiemas, suami dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (Presiden R.I. ke-5). 

Sebelumnya, Taufiq Kiemas yang berasal dari Palembang, masih sempat mendampingi wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Taufiq dirawat karena mengalami kelelahan. 

Anak sulung Kiemas dan Mega, Muhammad Rizki Pratama masih sempat mengabarkan melalui handphone, kalau kondisi ayahnya sudah mulai membaik. Namun menjelang malam, Taufiq Kiemas mengalami kondisi kritis dan nyawanya tidak tertolong lagi, hingga menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat selama enam hari. 

Taufik Kiemas berpulang kerakhmatullah disisi isterinya tercinta, Megawati Soekarnoputri dalam usia 70 tahun, meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak. Untuk itu, kami mengucapkan permohonan maaf untuk almarhum dan “mohon dimaafkan” ucap Tjahyo Kumolo, Sekretaris Jenderal PDIP di rumah duka, Jalan Teuku Umar Nomor 27 A, Menteng, Jakarta Pusat. 

Berbagai ucapan duka dari para petinggi di Tanah Air, masing-masing, Wakil Presiden R.I Boediono, Ketua DPR-RI, Marzuki Alie, Ketua Fraksi Golkar, Aburizal Bakrie dan para pejabat teras PDIP di Jakarta. 

Di Singapura, selain Megawati dan keluarga juga hadir beberapa petinggi partai, termasuk wakil ketua DPR, Pramono Anung yang berada disana dan melaporkan setiap perkembangan, sementara di tanah air, persiapan untuk acara pemakaman secara militer sudah dipersiapkan dengan saksama di TMP Kalibata, Jakarta. 

Bangsa Indonesia kini kehilangan politisi senior, menurut Anas Urbaningrum mengatakan, Bang Taufiq sebagai seorang senior memiliki gaya komunikasi sederhana, jujur dan tidak muter-muter. 

Anas yang masih terbelit kasus Hambalang, menilai Taufiq Kiemas sebagai pribadi yang senang memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak muda, mudah diajak komunikasi, supel dan tidak berjarak. 

Hingga akhir hayatnya, Taufiq Kiemas senantiasa memelopori konsep dari “Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”  ini merupakan tonggak penting bagi kita sebagai bangsa yang ber-Pancasila, dan buku yang berhasil diterbitkan berjudul,"Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam", Salamaki.



Salam Takzim,

www.syakhruddin.com
email : syakhruddin@gmail.com
email : syakhruddin@yahoo.co.id
SMS : 081 2424 5938 PIN 2A2 FC 722

Sabtu, 08 Juni 2013

Baharuddin Daeng Gading


Nama kecilnya Baha, ayahnya sudah wafat  
Kedekatan tempat tinggal
Membuatnya Menjadi ipar
Namanya Baharuddin Dg Gading

Dua putra-putrinya yang lahir
Dari rahim adikku yang sudah mendahuluiku
Kini suaminya tetap dalam kesendirian
Tak beristeri dan kini sudah sering sakit

Tadi pagi kujenguk di sebuah bangsal rumah sakit
Terasa sobek jantungku menyaksikannya
Kucoba untuk tegar dan menahan tangis
Tapi di kantorku air mata kutumpahkan

Seandainya saja adiku masih hidup disisinya
Tentu saja hidupnya tak akan begini
Kusodorkan amplop berisi uang
Sembari kutimpali tawa yang buat–buat

Sekalipun dalam dadaku sesak bercampur sedih
Kubungkus tawa disisi penghuni bangsal
Ya itulah kenyataan dan nasib kita masing-masing
Walau semua ini hanya sementara

Tuhanku… hari ini suasana batinku terasa gundah
Menghiasi seluruh alam fikirku
Namun kutahu kalau ini hanyalah suasana batin
Tak aku tak bisa terlalu larut

Sembuhlah wahai adinda
Terima semua itu pemberian Sang khalik
Walau dirimu masih kurang beruntung
Tapi perhatianku padamu selalu hadir

Jangan biarkan airmata ini mengalir deras
Jangan iriskan deritamu dihadapanku
Karena aku tak sanggup menatapnya
Terima dan bersujudlah kepada-Nya

Masih ada hari esok
Masih ada tawa dan canda
Dan yang pasti kita hidup
Menggenggam nasib masing-masing

Makassar, 8 Juni 2013
Bangsal Maleo RS. Bhayangkara Makassar

Salam takzim,

www. syakhruddin.com
email : syakhruddin@gmail.com
email : syakhruddin@yahoo.co.id
SMS : 081 2424 5938  PIN 2A2 FC 722

Kutemukan Damai Bersamamu

Jumat  01 Pebruari 2013
Merupakan saat terakhir kami mengabdi
Hari itu, resmi menjadi purnakaryawan
Terima kasih atas segalanya

Kujalani hari-hariku dengan kemerdekaan
Jangan lagi tanya padaku posisi kesejahteraan
Karena pemerintah telah menyiapkan
Dalam kata sakti yang bernama PENSIUN

Ku tak ingin waktuku tidak pensiun
Kuabdikan diri ini mencerdaskan anak bangsa
Kuukir semua perjalanan hidup dalam tabloid
Agar kelak bisa menjadi memori indah

Jangan resah sejak sepeninggalku
Buatlah karya yang lebih bermakna
Jadilah yang terbaik sebagaimana ikrarku
Jadilah kader dan bukan pengikut

Kini hari-hariku dengan kebahagiaan
Disisi orang-orang yang tercinta
Namun ada yang lebih hakiki
Kutemukan jalanku menuju Tuhan

Ya Rabb, betapa banyak waktuku tersia-sia
Hanya mengejar syahwat duniawi
Betapa banyak waktu dan peluang terhambur
Tanpa restu dan kasih sayang-Mu

Ya Rabb, kini hidupku terasa dalam genggaman-Mu
Kutunaikan baktiku padamu
Kuperoleh iman yang penuh pesona
Karena diriku seakan dalam rengkuhan-Mu

Ya Rabb, bila kelak perjumpaanku dengan-Mu
Menjadi sesuatu impian dan menakjubkan
Maka izinkan diri, mengisi hari-hariku
Hari yang penuh makna disisi-Mu

Wahai sang pemilik cahaya
Izinkan hamba tunduk dalam dekapan Rabb-Mu
Karena disanalah hamba
Menemukan Kedamaian Bersama-MU

Sungguminasa, 08 Juni 2013

Diberdayakan oleh Blogger.